Api Abadi Maindu Jadi Tujuan Wisata Saat Liburan

 

Daripada jenuh di rumah tak ada kegiatan yang di lakukan. maka, pagi-pagi saya bersama keponakan mengendarai sepeda motor pergi jalan-jalan di Desa Maindu dengan beragam keindahan alamnya yang masih alami dan asri. Kebetulan sekali ponakan saya sedang libur panjang di sekolahnya. Jarak dari rumahku kurang lebih 6 kilometer dengan melewati jalanan beraspal dan sekelilingnya hutan jati yang membentang luas sangat lebat. Suasana sekitar damai dan di tambah udaranya sejuk saat di musim penghujan sekarang ini.

Dalam tengah-tengah  perjalanan di suguhkan pemandangan indahnya pohon Klampis yang berjejer pingir jalan dan di situlah tempat  pemuda/pemudi sekitar sering berkumpul hanya untuk sekedar bercanda ria bersama teman sebayanya. Namun, saya dan keponakan tetap melanjutkan perjalanan karena seperti itu sering saya lihat setiap lewat jalan ini. Belum tahu pasti sejak kapan tempat itu menjadi daya tarik para pemuda setempat.

Pohon klampis ini setiap pagi dan sore selalu ramai yang datang hanya untuk sekedar berfoto selfie atau menikmati panorama alam di jalan penghubung dusun lebak menuju desa maindu. Bahkan hal yang sama di lakukan orang tak sengaja melewati daerah tersebut juga tertarik melakukan aktivitas berfoto dengan latar belakang alam sekitarnya. Karena seringnya saya melewati  tempat ini  saya  tetap fokus ke tujuan awal yaitu ke sebuah tempat yang mana di situ terdapat Api keluar dalam tanah orang-orang menyebutnya Api Abadi maindu sesuai namanya api ini tidak padam walaupun di guyur hujan.

Tidak membutuhkan waktu lama sekitar 30 menit perjalanan akhirnya kamipun sampai di Desa Maindu, Kecamatan Montong, Kabupaten Tuban, Jawa Timur, dimana Api Abadi berada tepat di depan SMP Negeri 3 Montong 100 meter dari jalan raya  dan di tengah-tengah ladang milik warga setempat. Langsung saya turun dari motor mendekati api itu lalu mengambil gambarnya memakai aplikasi kamera di handphone untuk di abadikan.

Terlihatdari kulit jagung yang tercecer di dekat lokasi teryata keberadaan Api Abadi Maindu ini juga di manfaatkan oleh pemuda/pemudi sekitar di kala sore atau malam hari untuk membakar ubi-ubian dan jagung saat musimnya yang di bawanya dari rumah. tidak jarang juga pemuda luar desa juga datang ketempat ini. Selain Apinya dapat di buat untuk bakar-bakar makanan yang menjadi daya tarik lain para pemuda ini adalah alam sekitarnya juga sangat indah apalagi saat musim tanam warna hijau mendominasi dan penduduknya sekitarpun sangat ramah ketika ada pendatang berkunjung.

Takjauh dari Api Abadi  terdapat gunung kapur (gunung berwarna putih) tidak aktif terlihat jelas berada di sisi sebelah selatan agak ketimur sedikit nampak berdiri megah menjulang tinggi sekali seperti benteng kerajaan begitu  sangat menakjubkan saat mata memandang. Di samping itu lokasi dekat dengan perkampungan sehingga nampak juga di kanan, kiri rumah-rumah penduduk sekitar  berjejer dengan rapi dengan beratapkan genteng yang pada umumnya di pakai rumah jaman sekarang.

Menurut cerita singkat yang beredar, dulunya Api Abadi Maindu merupakan bekas pengeboran minyak mentah  pada zaman dulu. Karena potensi minyaknya tidak cukup banyak maka pengambilan minyak di hentikan dan tidak jadi di dirikan kilang minyak didaerah tersebut. Hingga sekitarnya oleh warga dijadikan lahan pertanian berupa sawah  di tanami padi yang tumbuh dengan suburnya.

RuteApi Abadi Maindu dari utara, mulai dari kota Tuban menuju kebarat pasar Merakurak ada tugu lalu ke keselatan di kecamatan Montong sampai pangkalan ojek di kiri jalan yang ada pohon asamnya  bernama Nglayuti itu masuk ke Desa Talun lalu ke arah barat masuk Desa Jetak sampai menemukan bagunan bunderan setinggi 1 meter di tengah jalan ambil arah kiri lurus terus ikuti jalan jika menemukan jalan bercabang ambil arah kiri lurus saja jangan belok sampai ke SMP Negeri 3 Montong di kanan jalan, Nah Api Abadi Maindu berada di depan sekolah ini berjarak 100 meter kiri jalan.

RuteApi Abadi dari selatan mulai dari warung anjlok Singahan pergi menuju ke Kecamatan Montong sampai Polsek Montong ketimur 10 meter kanan jalan ada pertigaan masuk lurus ketimur sampai Masjid Desa Pakel belok kanan lanjut ikuti jalan melewati Desa Sumurgung sampai Sekolahan MA TBB Jetak belok kanan ikuti jalan jika menemukan jalan bercabang ambil arah kiri lurus saja jangan belok sampai ke SMP Negeri 3 Montong di kanan jalan, Nah Api Abadi Maindu berada di depan sekolah ini berjarak 100 meter kiri jalan.

Setelah menikmati panorama alam Api Abadi Maindu selanjutnya saya dan keponakan menuju ke makam Raden Ahmad Ronggo Darmo (Mbah Ronggo Darmo) dan Dewi Sindu berada di Dusun Muser, Desa Maindu. Kalau dari Api Abadi Maindu kita balik ke jalan awal kita masuk menuju kebarat sampai melihat masjid di kanan jalan terus 10 meter ada pertigaan dan di situ ada petunjuk arah pilih kearah Klumpit lurus saja ikuti jalan kurang lebih 4 kilometer  sampai menemukan petunjuk arah ke makam tersebut nah kita ambil arah kiri masih masuk 1 kilometer lagi sudah sampai di makam Mbah Darmo. Saat dalam perjalanan saya di perlihatkan pemandangan alam nan indah di kanan  dan kiri jalan yang aku lalui yang sangat memanjakan mata memandang.

Jalan Arah Kiri Masuk Ke Makam Raden Ahmad Ronggo Darmo dan Makam Dewi Sindu

Akses  menuju makam tersebut sepanjang perjalan sudah beraspal. Cuma, ketika akan sampai kelokasi ke arah makam jalanan kelihatanya pernah di aspal namun, ketika saya berkunjung pada hari Sabtu, 23/12/2017 jalanya sudah tidak bagus mulai dari titik  masuk yang ada papan petunjuk arah berjarak 1 kilometer, tapi masih bisa di lewati kendaraan roda dua dan roda empat. Saat itu saya sempat masuk, tak sampai ke makamnya di tengah perjalanan puter balik karena jalanya licin habis di guyur hujan.

Kedua makam ini  sering di datangi para peziarah dari berbagai wilayah dan setiap tahunya oleh warga di gelar acara pengajian umum dalam rangka untuk memperingati Haul Mbah Ronggo Darmo. Sebenarnya potensi alam maindu jika di kelola dengan baik bisa menjadi tempat wisata andalan yang dapat menarik wisatawan untuk berkunjung. Karena selain menikmati alamnya yang indah dan berudara sejuk pengunjung juga bisa berwisata religi ke makam Raden Ahmad Ronggo Darmo yang merupakan wali Allah penyiar agama islam kala itu atau ke makam Dewi Sindu.

Demikian ulasan mengenai jalan-jalan saya ke Desa Maindu. Jika anda berkunjung di Kota Tuban tidak ada salahnya untuk menyempatkan mampir ke tempat ini untuk sekedar menikmati alam yang masih alami dan asri khas pedesaan, juga bisa berwisata religi dengan suasana keindahan pegunungan kapur yang di tawarkan.

Pesan-pesan dari saya supaya untuk menjaga kebersihan di manapun anda berada dan jangan membuang sembarangan. bukan kah, kebersihan sebagian daripada iman, maka dari itu mari kita bersama-sama jaga alam kita tetap lestari. Terima kasih

Tinggalkan Balasan